Belakangan ini harga bawang melambung sangat tinggi dan menggegerkan pasar nasional. Keluh kesah para pedagang dan konsumen masih dirasakan sampai hari ini 28 Maret 2013. Bagaimana tidak menghebohkan, biasanya harga bawang merah maupun bawang putih tidak jauh dari kisaran 10 ribuan per kilo gram.
Apabila masalah ini terus berkelanjutan, bisa merembet ke harga komoditi yang lainnya. Yang paling merasakan pukulan berat dengan melonjaknya harga bawang merah dan bawang putih tersebut adalah para pengusaha makanan yang banyak menggunakan komoditi tersebut, mulai kelas pengusaha kecil, menegah, sampai pengusaha besar termasuk pabrik-pabrik. Ibu rumah tangga pun tetap kecipratan dampaknya.
Kapan kiranya bangsa yang besar negeri ini dapat memanfaatkan dan mengelola tanah air yang luas dan subur ini sampai dapat mengasilkan berbagai jenis komoditi pertanian yang diperlukan sehingga dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri? Apakah bangsa ini selamanya harus tetap bergantung pada bangsa lain? Sayang sekali, bangsa ini yang sudah terlepas dari belenggu penjajah masih belum dapat mengelola tanah air yang subur.
Sebagai masyarakat biasa, kita hanya bisa berharap.. semoga ke depan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan bermartabat, dapat mengelola sumber daya alam yang potensial, dapat memanfaatkan kekayaan alam dan lahan yang luas dan subur ini untuk dapat menghasilkan berbagai komoditi pertanian yang diperlukan, minimal dapat memenuhi kebutuhan nasional, syukur-syukur bisa menjual ke luar jika berlebih seperti negara-negara lain. Seharusnya kita semua harus merasa malu oleh negara tetangga. Kenapa negeri kita yang lahannya luas dan subur sampai kekurangan dan ada ketergantungan pada negara lain, seperti yang terjadi sekarang ? Yang dapat menjawab persoalan ini hanya orang-orang yang ahli dibidangnya.