Desas-desus Memprihatinkan pada Jajanan Gorengan
Saya termasuk penggemar acara reportase investigasi Trans TV. Belakangan ini sering melihat tayangan yang sangat memprihatinkan, yaitu adanya oknum pedagang jajanan gorengan yang mencampurkan plastik ke dalam minyak goreng. Kalau hal tersebut memang benar adanya dan dilakukan juga oleh oknum-oknum pedagang sejenis lainnya, maka berapa ribu orang konsumen jajanan gorengan yang secara tidak disengaja mengkonsumsi racun bahan plastik setiap harinya.
Sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan, jika seandainya hal tersebut itu benar.. ko begitu teganya oknum pedagang tersebut meracuni orang lain hanya dengan alasan demi keperluan dan keuntungan pribadi. Hari ini tanggal 22 Oktober 2011, reportase investigasi Trans TV kembali menayangkan berita sejenis yaitu seorang oknum pedagang donat mencampurkan lilin kedalam minyak goreng dengan alasan yang hanya memikirkan urusan pribadi dan sama sekali tidak memperdulikan akibat yang bakal terjadi pada orang lain kelak.
Menurut saya, bagi oknum-oknum pedagang yang memang benar-benar terbukti melakukan kesalahan seperti itu seharusnya mendapat sanksi agar tidak dilakukan oleh pedagang lainnya.
Tapi saya yakin, bagi pedagang-pedagang lainnya yang mempunyai hati dan moral yang baik tidak akan melakukan hal serupa, sebab perbuatan tersebut merupakan tindakan yang keji dan biadab.. apapun alasannya, dan sama saja dengan meracuni orang lain yang akan menimbulkan gejala-gejala penyakit secara perlahan-lahan.
Semoga hal tersebut mendapat perhatian dari pihak pemerintah terkait.

bunda_zatira berkata,
21 November 2011 pada 10:56
Salam kenal….zaman sekarang susah cari jajanan sehat. Klo gak bahan yang oplosan atw pake pengawet, penyedap juga sama bahayanya klo berlebihan. Pada umumnya prinsip orang dagang itu sama, modal kecil, untung besar. Hanya pedagang yang shalatnya bener yang bener2 jujur…(sebab tidak semua yang yang sholat itu bener2 sholatnya…hehe…)
Asti berkata,
4 November 2011 pada 13:09
Menakutkan…. Aku juga sempat dengar akan hal tersebut dari salah seorang teman. Kalaupun benar adanya, maka sudah sepantasnya harus ada pemeriksaan lebih lanjut dari pemerintah…
Dokter Anak berkata,
27 Oktober 2011 pada 08:44
thanx infonya…