Rene Suhardono : Ultimate-U

Berikut ini tulisan karya Rene Suhardono yang dimuat pada Harian Kompas Sabtu, 22 Okteber 2011 pada rubrik KARIER.

Rene Suhardono

Power : Having the Choice to Say No

[Rene]KABINET Indonesia Bersatu Jilid 2 hasil penyusunan ulang sudah dilantik. Kariunan politik yang sudah rnenyita banyak energi bangsa ini aknirnya selesai juga. Para rnenteri (dan para wakil menteri) baru sudan menernpati posisi masing-rnasing. Menteri-menteri lama sudah lengser dan beralih pekerjaan. Sebagian menerima dengan besar hati dan penuh keharuan. Sebagian lagi pergi dengan dipenuhi pertanyaan “Kenapa saya harus dilengserkan?” Ada juga yang merasa dizalimi dan pergi dengan kemarahan.

Posisi menteri menang tampak prestisius dan keren, tetapi hanya sekadar alat yang dipercayakan pada segelintir orang terpilih. Sebagai pengelola nomor satu untuk urusan tertentu di negara ini, menteri punya kemampuan, kesempatan dan kekuasaan menjadikan bangsa ini lebih baik. Namun, Siapa yang bisa memastikan berapa lama bisa menjabat mnandat ini? Pekerjaan rnemang tidak sama dan tidak bisa dipersarnakan dengan karier.

Do you have the power to walk away? Hiruk-pikuk pergeseran menteri sebenarnya tidak beda jauh dengan kenidupan profeslonal yang dijalani saat ini. Bedanya cuma tidak rnengniasi halaman pertama surat kabar dan jauh lebih sedikit yang berkomentar apakan berbekal lima tahun bekerja pada posisi yang sama maka artinya lima tanun ke depan sudan terjamin? Apakan kunjungan ke rumah si boss setiap lebaran bisa memastikan job security? Siapa saja, dan kapan saja bisa digeser dan diganti. Sebaiknya, apakah menjalani pekerjaan yang sekarang digeluti adalah pilinan Anda? Apakan punya pilihan untuk mengatakan tidak, dan mengerjakan hal yang lain? Jawaban Anda adalah refleksi kendali (baca: power) atas karier dan kenidupan Anda sendiri.

If you always work for money, you ’ll always pay. Sebagian besar orang yang saya temui selalu rnengatakan alasan bekerja adalah untuk mendapatkan nafkah. lni cara halus bilang bekerja (hanya) untuk uang. Alasan yang sama juga berlaku untuk tetap bekerja ataupun pindah kerja. Uang jadi satu-satunya denominasi. Kalau sudah begini jangankan keasyikan kerja, kepedulian terhadap apa pun juga pasti minim. Mau Sampai kapan? Apalagi yang bisa dinarapkan?

Opportunity is more valuable than cash. Uang dansyat selalu mengikuti kerja nebat. Selain itu hal ini hanya dimungkinkan apabila pekerjaan dijalankan dengan asyik dan penuh makna. Dua Sahabat Saya, @dondihananto dan@mrtampi meninggalkan pekerjaan bergaji besar dan tetap dengan sederet benefit untuk membangun impian dan kepedulian melalui @KinaralD. Tidak ada gaji, tidak ada benefit, tapi penuh kesempatan melakukan banyak hal asyik dan bermakna. Kalau keberhasilan ataupun kegagalan tidak bisa dipastikan, kenapa mesti takut? Kalau satu-satunya yang bisa dikendalikan adalah apa yang kita rasakan dan upaya yang kita dijalankan, kenapa mesti ragu?

Bayangkan apabila minggu depan harus mengembalikan pekerjaan Anda. Apakan Anda akan merasakan ketakutan, kelegaan atau penyesalan? Apakah hal-hal baik dan bermakna yang sudah dilakukan? Apakan sudah berkontribusi secara maksimal? You have the power ln your hands when you have it ln your heart andrnind. Ternet nosce – scientia est potentia.

Rene Suhardono – CareerCoacn& Pendirl ImpactFactory
Penulis buku: “Your Job is NOT Your Career”
Colek Saya di twltter: @reneCC

About these ads

Satu pemikiran pada “Rene Suhardono : Ultimate-U

  1. ronsam111 mengatakan:

    Do you have an English summary of your book?

    Thank you,
    Ron

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s